Ungkapan:
Waktu boleh berakhir tapi membicarakan tentang Rasulullah tidak akan ada habisnya.
Rasul sebelum lahir, sudah banyak dibicarakan Nabi-nabi sebelumnya. Di antaranya apa yang tercantum di surat As-Shaf ayat 6 (Intinya: Nabi Isa, mengumumkan kedatangan Rasul setelahnya kepada umatnya yaitu Ahmad (Nabi Muhammad SAW)).
Ali Imran: 164
(Intinya: Sungguh nikmat terbesar bagi orang mukmin, ketika Allah menghadirkan seorang Utusan (Rasulullah SAW))
Ibrahim: 5
(Intinya: Ingatlah hari-hari Allah (hari dimana Allah mendatangkan nikmat dan pertolongan (termasuk hari lahirnya Rasulullah SAW)))
Sehingga peringatan maulid itu dianjurkan. Memang, ayat/hadist yang menyatakan peringatilah kelahiranku! (tidak ada)
Rasul itu, senin puasa karena senang hari lahirnya.
Abu Lahab ketika hari senin, siksanya dikurangi karena senang dengan kelahiran Rasul dan memerdekakan budaknya ketika budak tersebut memberitahukan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Madzhab Syafi'i
Mengadakan pembicaraan Maulidur Rasul, dengan mengumpulkan orang dan memberikan makan minum, memang itu bid'ah tapi yang hasanah.
Madzab Maliki
Tidak satupun rumah atau tempat/masjid yang dibacakan shalawat Rasul, kecuali malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyelimuti mereka dengan ridha-Nya.
Madzab Hambali
Sesungguhnya, menjadikan kelahiran Rasul sebagai suatu momen untuk merayakannya....(belum selesai)
Ada pendeta yang hidup di Mesir yang mengkaji dengan membandingkan Nabi-nabi sampai Muhammad SAW, katanya ajaran Rasulullah itu paling sempurna.
#cmiiw
Catatan ini dibuat pas dengar Kajian SAS FM, kalau ada yang salah mohon diberitahukan dengan santun. Catatan ini mungkin tidak sama persis dengan kata-kata Ustadz nya, tapi kurang lebih seperti di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan sopan ya OAKers :)